-
+Index Konseling
 
- Kurang Merasa PD di kantor  
Post: 2009-10-24 09:10:31  
   

-Konsultasikan Masalah pekerjaan maupun usaha Anda-

Segala komentar/tulisan yang bersifat menyinggung SARA, memojokan nama individu secara berlebih akan kami hapus/edit/tidak ditayangkan.

Judul Masalah

Masalah Anda

nama
email Tidak akan kami tampilkan
 
 
2009-10-25 11:10:32  
Manajemen Perusahaan tidak sesuai dengan Saya  
Sy bekerja di perusahan farmasi. Perusahaan tersebut merupakan perusahaan keluarga. Sebelumnya saya bekerja sebagai pengawas gudang untuk pabrik minuman. Saat ini posisi sy  sbagai kepala gudang. Banya perbdaan dengan manajemen saat ini. Sring kali sya memberikan usulan namun terkesan seperti angin lalu. Sampai satu hari sy berselisih mengenai penataan gudang dengan bos saya. Bos bersikukuh dengan penataan yang tradisional. Bagaimana saya hrus bersikap.dan saya mulai kesal dengan keadaan ini.
 
   
Jawaban :  
 

Pepatah mengatakan: Lain Ladang Lain Belalang.

Perbedaan Manajemen. Sudah dapat dipastikan hampir semua pegawai yang berpindah perusahaan akan membawa kebiasaan aturan/manajemen sebelumnya baik secara sadar/tidak.

Manajemen Keluarga. Seluruh perusahaan memiliki konsep tersendiri dalam sejarah berdirinya. Sejarah mencatat, banyak perusahaan yang berdiri dengan kokoh hingga saat ini dimulai dari sebuah keluarga.

Perusahaan keluarga, saat ini lebih identik dengan perusahaan yang penuh kepentingan dan kolusi. Apalagi perusahaan skala kecil. Akan banyak aturan/sistem yang dibangun oleh anggota keluarga tersebut.

Untuk kasus Anda, sebuah usulan memang akan menjadi pilihan bagi perusahaan. Bila tidak menyinggung konsep/sistem/aturan dasar mereka maka bisa jadi usulan Anda diterima. Jika sebaliknya,pasti jawabannya TIDAK. Inilah Kenyataannya.

Namun, bagi perusahaan keluarga yang tengah berkembang, kemampuan untuk menyerap sistem baru akan menjadi dilema tersendiri. Akan ada sistem yang harus dipertahankan, walaupun bagi Anda sistem yang dipertahankan tidak sesuai dengan Anda. Sebagai contoh, perusahaan kue  yang mempertahankan metode tradisi dalam penggunaan alat maupun bahan.

Sikap. Sebagai mantan pegawai, saya mengerti betul posisi Anda. Namun, sebagai pegawai ada "pintu-pintu" yang tidak mungkin kita buka. Menjadi pegawai memiliki masa berlaku. Ketika Anda bertujuan untuk berkarir di perusahaan maka Anda harus mampu bersikap bekerjasama dengan sebuah perusahaan. Kekesalan kerap muncul di benak Anda sebagai pegawai karena ide/pendapat yang tidak digubris. Bahkan kebijakan perusahaan yang tidak bijak bagi para pegawai.

Sikap yang dapat Anda ambil bila ide/pendapat/metode tidak digubris adalah dengan mempelajari sistem yang dipertahankan atasan/bos Anda. Jangan biarkan emosi Anda mempengaruhi Anda dalam mempelajari sistem lama tersebut. Bandingkan secara detail konsep/ide Anda dengan konsep tradisional. Temukan alasan mengapa bos Anda mempertahankannya. Cara terbaik, bicarakan secara profesional. 

Bila memang Anda menemukan bahwa cara tradisional tersebut mempersulit sistem kerja untuk waktu dekat, ungkapkanlah. Tunjukan hasil perbandingan dengan alasan kuat Anda.

HARAP DIINGAT, banyak orang ketika mengungkapkan pendapat kurang mempelajari banyak aspek. Sehingga ketika berargumen dengan bos/atasan  alasan-alasan yang Anda anggap kuat akan mudah dipatahkan karena Mindset atasan/bos yang tidak melihat kesamaan persepsi.

Keputusan. Memberikan Alasan sudah, melakukan analisa juga sudah. Tapi mengapa bos/atasan Anda tetap pada keputusannya?Jika hal ini terjadi, kembali lagi mengenai pembahasan perusahaan keluarga. Anda harus menunggu dan melihat proses selanjutnya. Temukan apakah pada nantinya argumen Anda terbukti atau tidak. Umumnya pegawai akan memilih untuk keluar dari perusahaan,karena merasa tidak dihargai pendapatnya. Padahal perasaan ini adalah awal penentuan argumen Anda. Cobalah bertahan. Jika tidak, adalah keputusan Anda untuk keluar dari perusahaan tersebut.

Dijawab pada : 2009-10-28 09:10:50
   
   
 
siapkerja.com v.1.3- manajemen @ 2009 - didukung : wordpress.com | tentang kami | hubungi kami | syarat&kondisi | faq